Budidaya Sirsak dan Analisa Keuntungannya
Budidaya Sirsak
Semenjak penelitian membuktikan bahwa buah sirsak ini sangat bermanfaat untuk pencegah dan penyembuhan kanker dan penyakit lainnya, buah ini semakin banyak dicari orang. Di supermarket dan toko buah besar, buah ini tersaji apik dengan kualitas buah yang prima.
Setelah mengetahui begitu banyak kegunaan yang diperoleh dari mengkonsumsi buah sirsak ataupun memanfaatkan bagian lain seperti daun sirsak, tentu saja tidak diragukan lagi bahwa budidaya sirsak ini memiliki peluang yang baik untuk dijadikan usaha yang memiliki prospek menguntungkan. Agar dapat memberikan keuntungan layak, sebaiknya budidaya sirsak dilakukan secara komersial. Pada pelaksanaannya teknis budidaya sirsak dan perawatannya tidak sulit, oleh karena itu sebagai gambaran besar berikut gambaran global usaha budidaya sirsak.
Memulai usaha budidaya sirsak
Ada beberapa hal pokok yang harus dicermati dalam mengawali usaha budidaya sirsak, yaitu :
1. Sebagai tahap awal, perlu disediakan lokasi usaha di dataran dengan iklim kering, serta memiliki syarat air tanah dangkal (kurang dari 150 cm). Curah hujan yang sesuai yaitu berkisar pada 1.500-2.000 mm per tahun dengan lamanya musim kemarau 4-6 bulan.
2. Persiapkan media tanam, setelah lahan dipersiapkan , yaitu diolah dan dibuat lubang tanam berukuran 40 cm x 40 cm x 40 cm dengan jarak 4-5 m, kemudian ditambahkan pupuk kandang yang telah matang ke dalam setiap lubang sebanyak kurang lebih 20 kg.
3. Tahapan berikutnya, bibit okulasi yang telah mencapai tinggi 70 cm dipindahkan ke dalam media tanam.
4. Sebagai langkah pemeliharaan, dilakukan pemupukan sebanyak tiga kali per tahun dengan selang waktu selama empat bulan. Pupuk yang digunakan berupa 100 g urea, 100 g TSP (134 g SP-36), dan 60 g KCI per pohon.
5. Tahapan terakhir adalah pemanenan, Buah dipanen setelah tua penuh, yakni dengan cir-ciri : durinya tampak jarang dan beraroma serta warna buah kekuning-kuningan. Pemanenan dilakukan dengan cara memotong tangkainya dengan menggunakan gunting buah.
Catatan : Hasil buah sirsak rata-rata 20 buah/pohon/tahun dengan bobot berkisar 10-60 kg. Penanaman dengan biji mulai berbuah setelah umur 6 tahun. Sementara itu, penanaman dengan bibit okulasi mulai berbuah setelah tiga tahun dipelihara
Permasalahan umum/kendala budidaya sirsak
Disamping memahami seluk-beluk teknik budidaya sirsak, diperlukan juga pengetahuan mengenai kendala yang umum dihadapi dalam budidaya sirsak. Informasi ini dapat kita peroleh dari pengalaman petani lain ataupun banyak literatur mengenai budidaya sirsak.
Budidaya Sirsak
Hal-hal yang menjadi kendala dalam budidaya sirsak antara lain :
1. Buah sirsak yang telah matang mudah busuk (masa penyimpanan buah sirsak relatif singkat).
2. Sering muncul serangan hama ataupun penyakit pada buah.
Strategi untuk budidaya sirsak
Ada beberapa tips yang dapat diterapkan dalam memaksimalkan budidaya sirsak, antara lain
1. Lakukan tahapan budidaya dan perawatan dengan baik. Jika ada gejala serangan penyakit, segera kendalikan dengan menyemportkan pestisida sesuai dosis anjuran.
2. Agar kualitas buah yang dihasilkan maksimal, panenlah sirsak setelah tua. Cirinya adalah durinya jarang.
3. Cari informasi tentang budidaya sirsak di sentra produksinya, seperti di Rembang serta Karanganyar (Jawa Tengah); Malang (Jawa Timur); dan Raja Mandala (Jawa Barat) ataupun berbagai media seperti buku, majalah, hasil penelitian ataupun media lainnya
Analisis Usaha Budidaya Sirsak
Sebagai gambaran aplikasi budidaya sirsak, berikut contoh analisis usaha budidaya sirsak :
Modal Tetap
Sewa lahan 1 ha (10 tahun) Rp. 32.000.000,00
Bibit sirsak 300 pohon Rp. 7.500.000,00
perlengkapan budi daya Rp. 7.000.000,00
Tota modal tetap Rp. 46.500.000,00
Biaya produksi tahun ke-6
Obat Rp. 5.000.000,00
Pupuk (organik dan kimia) Rp. 30.000.000,00
Tenaga kerja Rp. 33.850.000,00
Penyusutan dan biaya lain-lain Rp. 30.000.000,00
Total biaya produksi Rp. 98.850.000,00
Pendapatan dan keuntungan
Panen tahun ke-4 : 10 kg/phn x 300 phn x Rp 3.800,00/kg = Rp 11.400.000,00.
Panen tahun ke-5 : 30 kg/phn x 300 phn x Rp 3.800,00/kg = Rp 34.200.000,00.
Panen tahun ke-6 : 50 kg/phn x 300 phn x Rp 3.800,00/ kg = Rp 57.000.000,00.
Total pendapatan sebesar = Rp 102.600.000,00.
Keuntungan = pendapatan — biaya produksi = Rp 102.600.000,00 –Rp 98.850.000,00 = Rp 3.750.000,00
Analisis usaha tersebut, sebagai ilustrasi kasar mengenai perkiraan hasil yang akan diperoleh dari budidaya sirsak dengan skala tertentu. Dengan penanganan yang cermat hasil budidaya yang diperoleh akan maksimal.
Source : binaukm.com
Semoga bermanfaat from
Budidaya Sirsak
Share This Article
Sign up Free Email Newsletter
Stay Updates with this Blog. Get Free email newsletter updates, Enter your Email here:Don't forget to confirm your email subcription
























One Comment to “Budidaya Sirsak dan Analisa Keuntungannya”
di butuhkan waktu lumayan lama untuk budi daya buah ini